Menu

Mode Gelap
HGI dan Polda Sumbar Dorong Literasi Digital sebagai Benteng Generasi Muda Di Tengah Meningkatnya Risiko Aktivitas Digital pada Generasi Muda, HGI dan Polda Sumbar DorongLiterasi Digital Lewat Polda Seminar Bangun Chemistry, PSP Bakal Gelar Ujicoba dengan Tim Asal Riau Jelang Turun di Putaran Nasional Liga 4, PSP Datangkan Empat Pemain Baru, Indra Yunaidi: Tambah Kekuatan PSP Dukung Perjuangan PSP, Arisal Aziz Pinjamkan Bus Cari Dukungan untuk Nasional, Manejer PSP Buru Sponsor

Berita

Sidang Kabinet Paripurna, Prabowo Minta ATR/BPN Evaluasi Aset Tanah Negara

Avatar of Sentak.idbadge-check

Sidang Kabinet Paripurna, Prabowo Minta ATR/BPN Evaluasi Aset Tanah Negara Perbesar

Jakarta, Sentak.id– Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menghadiri Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Istana Negara, Jakarta, Senin (5/5/2025).

Dalam rapat tersebut, Presiden menyoroti pentingnya optimalisasi aset negara serta menegaskan perlunya verifikasi terhadap seluruh aset tanah di Indonesia, termasuk konsesi-konsesi yang telah habis masa berlakunya.

design4223

“Pak Nusron, nanti cek dan teliti ya. Cek semua konsesi Hak Guna Usaha (HGU), Hak Guna Bangunan (HGB) yang sudah jatuh tempo, kembalikan ke negara,” ujar Presiden Prabowo saat memimpin sidang.

Menanggapi arahan tersebut, Menteri Nusron menyampaikan bahwa Kementerian ATR/BPN telah lebih dahulu mengidentifikasi sejumlah tanah yang tergolong sebagai tanah telantar.

Ia menjelaskan bahwa aset-aset tanah yang tidak diperpanjang setelah masa berlakunya habis, berpotensi besar untuk dikembalikan ke negara dan dikelola oleh Bank Tanah.

“Ini kita lihat, perintahnya adalah sudah berapa yang pernah dikasih, tapi jatuh tempo dan tidak diperpanjang. Ini yang kemudian diserahkan. Biasanya ini masuk dalam kategori tanah telantar yang diserahkan kepada Bank Tanah,” jelas Nusron Wahid usai menghadiri sidang.

Dalam keterangannya, Menteri Nusron juga mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya tengah membahas pemanfaatan aset Bank Tanah yang telah terkonsolidasi hingga mencapai 40 ribu hektare.

Diskusi dilakukan guna menentukan arah pengelolaan aset tersebut agar dapat memberikan kontribusi maksimal terhadap pembangunan nasional.

“Aset Bank Tanah nanti yang sedang kami diskusikan, apakah bisa atau tidak untuk dikonsolidasikan ke dalam Danantara,” ujar Menteri Nusron.

Ia juga menambahkan bahwa tanah-tanah tersebut memiliki potensi besar untuk digunakan dalam berbagai sektor strategis seperti industri, pemukiman, ketahanan pangan, hingga pengembangan energi baru dan terbarukan.

“Tanah tersebut berpotensi juga untuk digunakan dalam berbagai macam tujuan, seperti pembangunan pabrik, perumahan, pangan, hingga energi terbarukan,” tutur Menteri Nusron.

Guna memastikan efektivitas pemanfaatan, Menteri Nusron menegaskan bahwa kajian teknis dan administratif akan dilakukan secara menyeluruh sebelum aset tersebut difungsikan secara resmi.

“Nanti akan kita kaji, dan kita rilis semua ada berapa yang sudah dihitung,” pungkasnya.

Sidang Kabinet Paripurna ini turut dihadiri oleh Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan, serta seluruh jajaran menteri, wakil menteri, dan kepala lembaga dalam Kabinet Merah Putih. (*/stk)

Baca Lainnya

HGI dan Polda Sumbar Dorong Literasi Digital sebagai Benteng Generasi Muda

13 Mei 2026 - 21:14 WIB

01809aef 74c4 41e1 82de def10b4a9574

Di Tengah Meningkatnya Risiko Aktivitas Digital pada Generasi Muda, HGI dan Polda Sumbar DorongLiterasi Digital Lewat Polda Seminar

13 Mei 2026 - 17:15 WIB

6073df3f 354d 44d4 a614 750b22bda69c

Bangun Chemistry, PSP Bakal Gelar Ujicoba dengan Tim Asal Riau

13 April 2026 - 08:12 WIB

IMG 8570

Jelang Turun di Putaran Nasional Liga 4, PSP Datangkan Empat Pemain Baru, Indra Yunaidi: Tambah Kekuatan PSP

12 April 2026 - 10:20 WIB

86559e92 0de5 4798 89ac 7531a6eb7dba

Dukung Perjuangan PSP, Arisal Aziz Pinjamkan Bus

10 April 2026 - 21:14 WIB

24ff84d4 00bb 4b8c 8d2d 1be2898346e4
Trending di Arena