Solok Selatan, 2 September 2025 – Kantor Pertanahan Kabupaten Solok Selatan melalui Seksi Penataan dan Pemberdayaan melaksanakan kegiatan Pendampingan Kewirausahaan dan Pengembangan Usaha dengan tema “Sawah Pokok Murah” di Nagari Bomas Koto Baru, Kecamatan Sungai Pagu. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Reforma Agraria yang tidak hanya berfokus pada penataan aset, tetapi juga pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kapasitas usaha dan kemandirian ekonomi.
Acara ini dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Solok Selatan, Zuldi Suharyanto, S.T., didampingi oleh Kepala Seksi Penataan dan Pemberdayaan, Dahnel Syahputra, S.Kom. Keduanya menekankan bahwa kegiatan pendampingan kewirausahaan merupakan langkah nyata dalam memastikan masyarakat penerima manfaat dapat mengoptimalkan lahan pertanian serta memperoleh hasil ekonomi yang lebih baik.

Dalam kesempatan tersebut, turut dilaksanakan penanaman padi bersama Kelompok Tani Tigo Suku penerima bibit padi varietas Impari Gema. Bibit ini sebelumnya telah disalurkan kepada tiga kelompok tani di Nagari Bomas Koto Baru dan Pulakek Koto Baru, yaitu Kelompok Tani Tigo Suku, Kelompok Tani Banang Pulau, serta Kelompok Tani Pantang Mundur. Kegiatan penanaman simbolis ini menjadi bentuk dukungan nyata sekaligus motivasi bagi para petani untuk terus mengembangkan pola tanam yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Program Sawah Pokok Murah (SPM) sendiri merupakan inovasi bercocok tanam yang dirancang untuk menekan biaya produksi dengan memanfaatkan sumber daya lokal. Sistem ini tidak lagi mengandalkan pengolahan tanah dengan membajak, tetapi lebih menitikberatkan pada pemanfaatan jerami sebagai mulsa dan pupuk alami. Metode ini terbukti mampu mengurangi penggunaan pupuk kimia, menekan biaya tenaga kerja, meningkatkan kesuburan tanah, serta mengurangi serangan hama.
Selain ramah lingkungan, metode Sawah Pokok Murah juga sejalan dengan konsep pertanian berkelanjutan. Dengan menekan biaya produksi, petani dapat memperoleh keuntungan yang lebih besar, sementara keberlanjutan ekosistem tetap terjaga. Inovasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan di tingkat nagari.
Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Solok Selatan, Zuldi Suharyanto, menyampaikan bahwa kegiatan pendampingan ini adalah bentuk komitmen ATR/BPN dalam mendukung program Reforma Agraria. “Kita tidak hanya berhenti pada penataan aset, tetapi juga mendorong pemberdayaan masyarakat agar memiliki usaha yang produktif, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujarnya.
Melalui program ini, masyarakat diharapkan semakin mandiri dalam mengelola lahan dan usaha pertanian, sekaligus mampu mengurangi ketergantungan pada sistem pertanian konvensional yang membutuhkan biaya tinggi. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, khususnya melalui pola pendampingan, inovasi Sawah Pokok Murah berpotensi menjadi salah satu model pengembangan pertanian yang bisa direplikasi di nagari maupun daerah lain di Solok Selatan.
Kegiatan ini juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, kelompok tani, dan masyarakat untuk mewujudkan pembangunan pertanian yang ramah lingkungan, hemat biaya, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi peningkatan ekonomi keluarga petani.









