Menu

Mode Gelap
Akademisi, Aktifis dan Jurnalis Kompak Kritik Makan Bergizi Gratis Minat Jadi Mitra Josal Online Sangat Tinggi SAGA FC Daftarkan 25 Pemain di Jordus Cup Usai Laga dengan PSBS, Semen Padang Liburkan Pemain Rapor Hijau 2025, Padang Jadi Kota Terbersih Sumatera Mastilizal Aye Bakal Bentuk Tim Sepakbola Porprov Padang

Berita

Cerita di Balik Unggahan Indikasi Bunuh Diri Seorang Wanita di Padang

Avatar of Sentak.idbadge-check


					Cerita di Balik Unggahan Indikasi Bunuh Diri Seorang Wanita di Padang Perbesar

Padang, Sentak.id– Polresta Padang menindaklanjuti laporan dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumbar terkait adanya unggahan di media sosial yang mengindikasikan ancaman bunuh diri.

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya mengatakan, laporan tersebut mulanya berasal dari informasi Kasubdit IV Ditreskrimsiber Polda Metro Jaya.

design4223

Kemudian, pada Rabu (4/6/2025) sekitar pukul 23.15 WIB, tim dari Polsek Koto Tangah melakukan pengecekan di Jalan Talao Sapek, RT 02 RW 11, Kelurahan Pasie Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.

Dari penyelidikan di lapangan, lanjutnya, ditemukan seorang perempuan berinisial IH (22), karyawan swasta, yang memiliki akun Instagram atas nama Lara Renja yang terkoneksi dengan Facebook Meta.

IH ini, sebelumnya diketahui tinggal di Jalan Bakti Nomor 27, Kelurahan Parupuk Tabing, namun kini berdomisili di Jalan Talao Sapek.

Berdasarkan wawancara yang dilakukan Kapolsek Koto Tangah, Kompol Afrino, ujar AKBP Susmelawati, IH (22) mengakui telah membuat unggahan di Instagram pada dini hari tanggal 4 Juni 2025 pukul 02.00 WIB.

Di mana, dalam postingan itu, IH menyatakan keinginannya untuk bunuh diri. Ia menyebutkan bahwa unggahan tersebut dipicu oleh rasa rindu terhadap ayahnya yang telah meninggal dunia, ditambah tekanan pekerjaan yang membuatnya merasa lelah.

“IH juga mengungkapkan kekecewaannya karena merasa kemampuan yang dimilikinya, seperti memasak, bermain alat musik, dan kemampuan berbahasa Inggris, tidak dihargai dengan gaji yang layak, yakni hanya Rp2 juta per bulan,” bebernya.

Tak hanya itu, AKBP Susmelawati mengatakan, IH juga diketahui memiliki riwayat perawatan jalan oleh dokter spesialis kejiwaan di Rumah Sakit Yos Sudarso selama tiga tahun.

Menanggapi hal ini, Kapolsek Koto Tangah mengambil langkah cepat dengan memberikan motivasi dan pencerahan kepada IH untuk kembali bersemangat menjalani hidup.

Ia juga diingatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, tidak lagi berpikir atau melakukan tindakan bunuh diri, serta tidak membuat unggahan serupa di media sosial karena dapat memicu kegaduhan. Selain itu, IH diberikan alat zikir sebagai bentuk dukungan spiritual.

“Setelah menerima pendampingan, IH berjanji untuk menjalani hidup dengan penuh semangat dan rasa syukur, serta tidak akan lagi membuat unggahan yang berkaitan dengan bunuh diri di media sosial,” tutupnya. (psb)

Baca Lainnya

Akademisi, Aktifis dan Jurnalis Kompak Kritik Makan Bergizi Gratis

17 Maret 2026 - 20:56 WIB

e0036ee3 028d 4b39 b879 e89750e41dbf

Minat Jadi Mitra Josal Online Sangat Tinggi

16 Maret 2026 - 21:37 WIB

IMG 8268

SAGA FC Daftarkan 25 Pemain di Jordus Cup

13 Maret 2026 - 05:22 WIB

IMG 8250

Usai Laga dengan PSBS, Semen Padang Liburkan Pemain

10 Maret 2026 - 21:16 WIB

507d1bd0 26b7 497a 9159 3450641afc5e

Rapor Hijau 2025, Padang Jadi Kota Terbersih Sumatera

10 Maret 2026 - 20:08 WIB

IMG 8245
Trending di Berita