Menu

Mode Gelap
Akademisi, Aktifis dan Jurnalis Kompak Kritik Makan Bergizi Gratis Minat Jadi Mitra Josal Online Sangat Tinggi SAGA FC Daftarkan 25 Pemain di Jordus Cup Usai Laga dengan PSBS, Semen Padang Liburkan Pemain Rapor Hijau 2025, Padang Jadi Kota Terbersih Sumatera Mastilizal Aye Bakal Bentuk Tim Sepakbola Porprov Padang

Berita

Sidang Kabinet Paripurna, Prabowo Minta ATR/BPN Evaluasi Aset Tanah Negara

Avatar of Sentak.idbadge-check

Sidang Kabinet Paripurna, Prabowo Minta ATR/BPN Evaluasi Aset Tanah Negara Perbesar

Jakarta, Sentak.id– Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menghadiri Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Istana Negara, Jakarta, Senin (5/5/2025).

Dalam rapat tersebut, Presiden menyoroti pentingnya optimalisasi aset negara serta menegaskan perlunya verifikasi terhadap seluruh aset tanah di Indonesia, termasuk konsesi-konsesi yang telah habis masa berlakunya.

design4223

“Pak Nusron, nanti cek dan teliti ya. Cek semua konsesi Hak Guna Usaha (HGU), Hak Guna Bangunan (HGB) yang sudah jatuh tempo, kembalikan ke negara,” ujar Presiden Prabowo saat memimpin sidang.

Menanggapi arahan tersebut, Menteri Nusron menyampaikan bahwa Kementerian ATR/BPN telah lebih dahulu mengidentifikasi sejumlah tanah yang tergolong sebagai tanah telantar.

Ia menjelaskan bahwa aset-aset tanah yang tidak diperpanjang setelah masa berlakunya habis, berpotensi besar untuk dikembalikan ke negara dan dikelola oleh Bank Tanah.

“Ini kita lihat, perintahnya adalah sudah berapa yang pernah dikasih, tapi jatuh tempo dan tidak diperpanjang. Ini yang kemudian diserahkan. Biasanya ini masuk dalam kategori tanah telantar yang diserahkan kepada Bank Tanah,” jelas Nusron Wahid usai menghadiri sidang.

Dalam keterangannya, Menteri Nusron juga mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya tengah membahas pemanfaatan aset Bank Tanah yang telah terkonsolidasi hingga mencapai 40 ribu hektare.

Diskusi dilakukan guna menentukan arah pengelolaan aset tersebut agar dapat memberikan kontribusi maksimal terhadap pembangunan nasional.

“Aset Bank Tanah nanti yang sedang kami diskusikan, apakah bisa atau tidak untuk dikonsolidasikan ke dalam Danantara,” ujar Menteri Nusron.

Ia juga menambahkan bahwa tanah-tanah tersebut memiliki potensi besar untuk digunakan dalam berbagai sektor strategis seperti industri, pemukiman, ketahanan pangan, hingga pengembangan energi baru dan terbarukan.

“Tanah tersebut berpotensi juga untuk digunakan dalam berbagai macam tujuan, seperti pembangunan pabrik, perumahan, pangan, hingga energi terbarukan,” tutur Menteri Nusron.

Guna memastikan efektivitas pemanfaatan, Menteri Nusron menegaskan bahwa kajian teknis dan administratif akan dilakukan secara menyeluruh sebelum aset tersebut difungsikan secara resmi.

“Nanti akan kita kaji, dan kita rilis semua ada berapa yang sudah dihitung,” pungkasnya.

Sidang Kabinet Paripurna ini turut dihadiri oleh Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan, serta seluruh jajaran menteri, wakil menteri, dan kepala lembaga dalam Kabinet Merah Putih. (*/stk)

Baca Lainnya

Akademisi, Aktifis dan Jurnalis Kompak Kritik Makan Bergizi Gratis

17 Maret 2026 - 20:56 WIB

e0036ee3 028d 4b39 b879 e89750e41dbf

Minat Jadi Mitra Josal Online Sangat Tinggi

16 Maret 2026 - 21:37 WIB

IMG 8268

SAGA FC Daftarkan 25 Pemain di Jordus Cup

13 Maret 2026 - 05:22 WIB

IMG 8250

Usai Laga dengan PSBS, Semen Padang Liburkan Pemain

10 Maret 2026 - 21:16 WIB

507d1bd0 26b7 497a 9159 3450641afc5e

Rapor Hijau 2025, Padang Jadi Kota Terbersih Sumatera

10 Maret 2026 - 20:08 WIB

IMG 8245
Trending di Berita